
PVD adalamaterial geokomposit berbentuk pita yang ditanamkan secara vertikal ke dalam tanah lunak. Fungsinya adalah sebagai jalur drainase buatan untuk mempercepat proses konsolidasi atau pemadatan tanah sebelum dibangun konstruksi di atasnya
Strukur PVD
PVD biasanya berbentuk pita pipih dengan lebar sekitar 10 cm dan tebal beberapa milimeter. Strukturnya terdiri dari dua komponen utama:
- Inti (Core): Bagian dalam yang terbuat dari plastik keras (seperti polypropylene) dengan profil beralur atau bergelombang. Alur ini berfungsi sebagai saluran air.
- Filter (Geotextile Jacket): Lapisan kain saring yang membungkus bagian inti. Tugasnya adalah mengizinkan air masuk ke dalam inti PVD tetapi menahan butiran tanah agar tidak ikut masuk dan menyumbat saluran.
Cara kerja PVD
PVD bekerja dengan prinsip memperpendek jalur drainase air:
- Pemasangan: PVD ditancapkan secara vertikal ke dalam tanah lunak menggunakan mesin khusus (PVD instaler) dalam pola jala (biasanya jarak 1 hingga 2 meter antar titik) hingga mencapai kedalaman tanah keras.
- Pemberian Beban (Preloading): Di atas permukaan tanah, diberi beban buatan—biasanya berupa timbunan tanah atau sistem vakum—untuk menekan air keluar.
- Pelepasan Air: Karena ditekan, air di dalam tanah akan mencari jalan termudah. Air akan bergerak secara horizontal menuju PVD terdekat, masuk lewat filter, lalu mengalir ke atas secara vertikal menuju permukaan.
- Pemadatan Dipercepat: Di permukaan, air akan dialirkan keluar melalui lapisan pasir (horizontal sand blanket). Dengan PVD, proses konsolidasi yang harusnya memakan waktu puluhan tahun bisa dipersingkat menjadi hanya beberapa bulan saja.





