Tanah ekspansif merupakan jenis tanah yang sangat peka terhadap perubahan kadar air. Karakteristik ini menimbulkan tantangan serius dalam pekerjaan konstruksi karena volume tanah dapat berubah secara signifikan seiring naik turunnya kandungan air.
Kondisi tanah ekspansif cukup banyak dijumpai pada konstruksi jalan di Indonesia. Pada saat kadar air meningkat, tanah jenis ini akan mengembang dan berpotensi mengangkat lapisan jalan maupun struktur di atasnya. Sebaliknya, ketika kadar air menurun, tanah akan mengalami penyusutan yang dapat menyebabkan penurunan permukaan jalan. Aktivitas mengembang dan menyusut (swelling and shrinkage) yang terjadi secara berulang membuat struktur jalan menjadi tidak stabil, sehingga dalam jangka panjang sering muncul retakan memanjang dan permukaan jalan yang bergelombang.
Salah satu solusi efektif untuk pembangunan jalan di atas tanah ekspansif adalah penggunaan membran komposit khusus yang berfungsi mengendalikan kadar air pada fondasi jalan, sehingga aktivitas muai-susut tanah dapat diminimalkan. Membran RGS ini terdiri dari dua lapisan utama, yaitu lapisan membran kedap air sebagai penghalang masuknya air, serta lapisan geotekstil yang berfungsi melindungi membran dari beban tusukan (puncture).
RGS membrane dipasang meliputi seluruh badan jalan atau pada bagian bahu jalan, dengan sisi tepi yang dilipat dan dimasukkan ke dalam tanah secara vertikal sehingga membentuk sistem penutup menyerupai tungkup sedalam sekitar 2–3 meter.
Keunggulan penggunaan RGS membrane:
Mengontrol kadar air tanah secara efektif
Memperpanjang umur layanan jalan pada tanah ekspansif
Meningkatkan kenyamanan berkendara dengan permukaan jalan yang lebih stabil dan rata
