Pembangunan jalan maupun bangunan yang berada di area lereng kerap menghadapi permasalahan ketidakstabilan atau potensi longsor. Dari berbagai metode perkuatan lereng yang tersedia, penggunaan geotekstil atau geogrid merupakan salah satu solusi yang terbukti efektif sekaligus efisien. Dengan penerapan sistem perkuatan ini, lereng dapat dibangun hingga ketinggian mencapai sekitar 30 meter.
Pemasangan lapisan geotekstil atau geogrid secara berlapis selama tahap konstruksi maupun rekonstruksi berfungsi meningkatkan stabilitas lereng secara signifikan. Hal ini memungkinkan perencanaan lereng yang lebih curam, bahkan mendekati kondisi vertikal.
Mekanisme kerja geotekstil sebagai material perkuatan didasarkan pada kemampuan kuat tariknya, yang berfungsi menahan serta memotong bidang atau garis potensi keruntuhan pada lereng.
Keunggulan sistem perkuatan ini meliputi:
Lereng dapat dirancang dengan kemiringan tinggi, hingga sekitar 80°
Proses pemasangan relatif cepat dan sederhana
Bersifat fleksibel dan mampu menyesuaikan deformasi tanah
Biaya konstruksi lebih ekonomis dibandingkan metode konvensional
Material urug dapat memanfaatkan bahan lokal selama memenuhi persyaratan desain
Mendukung berbagai pilihan facing atau pelapis sesuai kebutuhan estetika dan fungsi
